Art Summit Indonesia 2016

 

Activity program

 

large jadwal lengkap asi 8 cover 42f9ffc68e717d280190f266b298dd79

 

Art Summit Indonesia 8 (2016-2017)
Reposisi: Membaca Kembali Peta dan
Perubahan Dunia Seni Pertunjukan

 

Berkelindan dengan pergeseranpergeseran yang terjadi dalam ranah ekonomi politik, lanskap seni pertunjukan dunia di abad 21 juga tengah bergerak dan berubah.Pusat-pusat lama seni pertunjukan dunia, baik yang ada di belahan bumi utara maupun selatan, tak hanya mengalami guncangan yang keras dari dalam dirinya, tetapi juga menghadapi tantangan besar dari ‘pusat-pusat’ baru yang bertumbuhan.

Di Asia, misalnya, dalam 15 tahun ini, festival dan institusi seni pertunjukan dengan ambisi besar - yang tercermin dalam cakupan program dan jangkauan spasialnya - berdiri dan berlangsung antara lain di Singapura, Korea Selatan, Taiwan dan Hongkong. Pada tingkat tertentu, berdirinya “pusat-pusat” baru ini juga menantang tak hanya pusat lama di Eropa tapi juga pusat lama di Asia, seperti di Jepang.
Pertanyaan mendesak: di manakah posisi Indonesia di antara gerak dan pergeseran pusat seni pertunjukan dunia itu?
Lebih jauh, bagaimanakah Art Summit Indonesia (ASI), festival seni pertunjukan internasional 3 tahunan (triennale) yang diselenggarakan pemerintah Indonesia sejak tahun 1995, mesti menyikapi dan menanggapi gerak perubahan dalam lanskap seni pertunjukan dunia ini?
Di luar kerangka institusional, di wilayah praktik penciptaan, bagaimanakah pergeseran dalam estetika seni pertunjukan? Bentuk, metode serta sensibilitas macam apa(saja)kah yang berkembang (atau terhalang) dalam seni pertunjukan di ranah global maupun di Indonesia saat ini?
Sebelum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kebutuhan yang segera terasa adalah: melakukan reposisi, menempatkan Art Summit Indonesia dalam perspektif serta cara pandang baru, agar lebih bisa berdialog dengan keadaan dan tantangantantangan baru dalam dunia seni pertunjukan global maupun domestik.
Karenanya, tak terhindarkan, dunia seni pertunjukan mesti dibaca dan dipetakan kembali. Dengan dasar dan tujuan di atas, maka kami, tim kurator Art Summit Indonesia, menyusun kerangka program yang membagi penyelenggaraan ASI edisi ke-8 dalam dua bagian yang tak terpisahkan. Dua bagian dalam satu kontinum: 1) Festival lokakarya (workshop) dan ceramah publik (public lecture) seni pertunjukan internasional yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus hingga November, 2016, dan, 2) Festival (pergelaran) karya seni pertunjukan internasional, yang akan diselenggarakan secara intensif dan terkonsentrasi di bulan Oktober tahun 2017.

 

Art Summit Indonesia

 

Follow Us

Indonesian Fine Art - Facebook instagram gplus pint

Get The Updates From Us


 

 

©2016 Indonesian Fine Art - All rights reserved | Proudly Designed by digibali - Web Design Bali