Bonnet Rudolf

 

Lahir di Amsterdam (1895-1978).
Rudolf Bonnet belajar di Rijks School voor Kunstnijverheid (Sekolah Nasional Seni dan Kriya) dan di Rijksakademie (Akademi Nasional) di Amsterdam, Belanda.


Di tahun 1920 Bonnet menemani orang tuannya untuk berlibur di Italia dan kemudian memutuskan untuk tinggal di sana, yaitu di Anticoli Corradi, sebelah selatan kota Roma. Ia tinggal di kota ini selama delapan tahun, dan di sanalah ia mendengar tentang Bali untuk pertama kalinya dari seorang seniman bernama Nieuwenkamp yang telah membuat beberapa ilustrasi tentang budaya di Bali.

 

Antara tahun 1929 dan 1940 Bonnet tinggal di Ubud dan tergabung di dalam beberapa kegiatan masyarakat setempat termasuk dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Ia juga tergabung dalam gerakan Pita Maha yang mendorong seniman-seniman lokal untuk meningkatkan standar keseniannya.

 

Bonnet ditangkap oleh tentara Jepan saat Perang Dunia II dan akhirnya dikembalikan ke Bali pada tahun 1946. Ia mengorganisasikan pameran pertama di Bali pasca perang di bawah naungan Republik Indonesia Timur. Ia juga membentuk organisasi baru yang mempunyai tujuan yang sama dengan Pita Maha, yang dinamai Golongan Pelukis Ubud tahun 1953 dan Museum Puri Lukisan, Ubud di tahun 1956.

 

Karena usia tua dan penyakit yang melandanya, ia tak mampu menyelesaikan katalog museum tersebut, namun ia telah menyumbangkan karya pribadinya ke dalam museum itu dan menjadi inti dari Museum Puri Lukisan. Penghargaan dari Indonesia yang diterimakan untuknya antara lain adalah: Dharma Kusuma (Bali, 1997); dan Satya Lencana Kebudayaan dari Pemerintah Indonesia tahun 1980.


Rudolf Bonnet wafat di Laren, Belanda pada 18 April 1978. Jasadnya dikremasi sesuai dengan upacara adat Bali pada tahun 1979.

 

Follow Us

Indonesian Fine Art - Facebook instagram gplus pint

Get The Updates From Us


 

 

©2016 Indonesian Fine Art - All rights reserved | Proudly Designed by digibali - Web Design Bali