Dancing with the Shadows

 

Nyoman Erawan (1958)

 

Pameran seni di Oberoi Hotel, Bali
Dari Januari 15 to Februari 15, 2018.

 

flyer web Nyoman E

 

Sejarawan dan kritikus seni Sanento Yuliman menjelaskan istilah 'abstrak' sebagai “menyebutkan corak seni lukis yang tidak menampilkan rupa yang kita kenali sebagai rupa benda atau corak yang kita lihat dalam kenyataan sekeliling kita . . . tidak melukiskan obyek (karenanya disebut ‘abstrak non-obyektif) ataupun melukiskan figur (karenanya disebut ‘abstrak non-figuratif’)”.


Penjelasan ini membantu kita mengenal lukisan mutakhir yang dikerjakan Nyoman Erawan dalam pameran ini. Pada lukisan-lukisan itu tak ada gambaran obyek-obyek yang bisa kita kenali, pun juga tak figur manusia, selain tanda dari jejak-jejak sapuan kuas dan permainan corak pilihan warna yang cenderung terbatas.
Secara keseluruhan karya-karya itu menunjukkan muatan ihwal nilai-nilai yang mungkin bisa dicapai oleh komposisi sapuan-sapuan warna yang ekspesif. Jika diperhatikan lebih cermat dan dekat, lukisan-lukisan itu memperlihatkan semacam aturan mengenai raut permukaan bidang serta efek-efek ledakan —seseorang mungkin bisa menghubungkannya dengan pengalaman tentang sensasi dari suatu kejadian hentakan dan keadaan senyap.
Bagi yang terbiasa menikmati lukisan, perasaan semacam itu bisa dipahami muncul dan terbentuk akibat jejak-jejak gerakan dan perhentian sapuan cat yang cair mengalir, yang kadang nampak tipis dan bersifat tembus, dan kadang nampak padat menghendak dan bertenaga.
Keterampilan Erawan mengatur, menguasi, dan memunculkan berbagai kemungkinan bentuk tak terduga yang dihasilkan medium cat campuran ini menjelaskan posisi Nyoman Erawan sebagai seorang pelukis senior yang berpengalaman.

 

Rizki A. Zaelani
Kurator

 

Follow Us

Indonesian Fine Art - Facebook instagram gplus pint

Get The Updates From Us

 

 

©2016 Indonesian Fine Art - All rights reserved | Proudly Designed by digibali - Web Design Bali